Tragis di Lampung Barat: Petani Kopi Tewas Diserang Harimau Saat Cari Sinyal

Kabar duka dan mengkhawatirkan kembali datang dari Lampung Barat, di mana seorang petani kopi bernama Zainudin (28) dilaporkan tewas setelah diserang oleh seekor harimau. Insiden tragis ini terjadi di Talang Belengking, Pemangku Kubu Perahu, Pekon (Desa) Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, dan menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi dari detik.com, peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (28/2/2024) sekitar pukul 17.00 WIB. Zainudin saat itu sedang berada di kebun kopi miliknya. Ironisnya, korban sedang mencari sinyal telepon di sebuah tempat yang lebih tinggi di kebunnya ketika tiba-tiba diserang oleh harimau dari arah semak-semak.

Saksi mata, yang merupakan kerabat korban, sempat melihat kejadian mengerikan tersebut. Harimau dengan cepat menerkam korban dan menyeretnya ke dalam hutan. Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha melakukan pencarian, namun kondisi hutan yang lebat dan hari yang mulai gelap menyulitkan upaya mereka.

Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung dan pihak kepolisian segera turun ke lokasi setelah menerima laporan. Setelah melakukan pencarian intensif, jenazah Zainudin ditemukan pada Kamis (29/2/2024) dalam kondisi mengenaskan dengan luka cakaran dan gigitan di sekujur tubuh.

Insiden ini kembali memicu ketakutan dan keresahan di kalangan masyarakat Lampung Barat, terutama para petani yang sehari-hari beraktivitas di kawasan perkebunan yang berbatasan dengan hutan Suoh, yang memang dikenal sebagai habitat harimau Sumatera. Perluasan area perkebunan dan aktivitas manusia yang semakin mendekati habitat satwa liar diduga menjadi faktor utama meningkatnya intensitas konflik.

Kepala BKSDA Lampung, Sugiyono, melalui detik.com menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas sendirian di area yang rawan konflik dengan satwa liar. BKSDA juga akan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang, termasuk memasang perangkap dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Tragisnya, insiden ini menambah catatan kelam konflik manusia dan harimau di Lampung Barat. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan BKSDA dapat segera menemukan solusi jangka panjang yang efektif untuk melindungi baik manusia maupun satwa liar yang dilindungi.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa