Arus penyeberangan barang di pelabuhan utama pulau Sumatra mengalami hambatan cukup serius akibat melonjaknya jumlah armada angkutan barang yang hendak menyeberang. Antrean Truk mengular hingga belasan kilometer di luar area pelabuhan akibat terbatasnya armada kapal roro yang beroperasi di lintasan penyeberangan laut tersebut. Para sopir truk terpaksa menunggu hingga puluhan jam di dalam kabin kendaraan mereka tanpa kepastian jadwal keberangkatan armada kapal penyeberangan.
Kondisi penumpukan armada logistik ini memicu kekecewaan berat dari para pengemudi yang membawa muatan bahan makanan membusuk dan barang mudah rusak. Antrean Truk tersebut juga berdampak pada membengkaknya biaya operasional perjalanan para pengemudi akibat harus membeli makanan dan minuman tambahan selama masa penantian. Pihak pengelola pelabuhan mengklaim telah memaksimalkan seluruh dermaga operasional serta mempercepat proses pemuatan kendaraan ke dalam palka kapal penyeberangan.
Guna mengatasi kepadatan yang kian parah, pihak kepolisian lalu lintas memberlakukan sistem kantong parkir sementara di sepanjang jalan akses menuju area pelabuhan utama. Antrean Truk diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu arus kendaraan pribadi serta bus penumpang umum yang hendak masuk ke dermaga eksekutif. Pihak kementerian perhubungan juga diminta turun tangan untuk menambah bantuan armada kapal besar guna mempercepat proses evakuasi kendaraan logistik tersebut.
Cuaca buruk di perairan selat serta adanya perbaikan pada salah satu dermaga utama disebut sebagai pemicu utama melambatnya proses bongkar muat kapal. Pengelola pelabuhan berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada para sopir terkait kondisi cuaca dan kesiapan armada kapal. Langkah koordinasi bersama otoritas pelabuhan penyeberangan di seberang pulau juga terus ditingkatkan demi kelancaran Arus barang nasional.
Diharapkan krisis penumpukan kendaraan logistik ini dapat segera teratasi sehingga kelancaran pasokan bahan pokok antar pulau tetap terjaga dengan aman. Evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas sarana penyeberangan pelabuhan harus dilakukan demi mencegah berulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Sinergi seluruh pemangku kepentingan jasa penyeberangan sangat penting demi efisiensi sistem logistik transportasi nasional Indonesia.
