Kasus penipuan bermodus Nikah Bodong kembali terjadi, kali ini menimpa seorang wanita di Bandar Lampung. Pelaku, yang mengaku sebagai anggota Marinir TNI Angkatan Laut, berhasil memperdaya korban dan meraup sejumlah uang dengan janji pernikahan palsu. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para wanita untuk lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan, terutama melalui media sosial atau perkenalan singkat.
Modus operandi pelaku bernama Hendri (35) terbilang klasik namun efektif. Ia mendekati korban bernama Nopi (31) melalui media sosial Facebook sekitar bulan Juli 2023. Pelaku membangun komunikasi intensif, mengaku sebagai anggota Marinir yang bertugas di Jakarta, dan meyakinkan korban dengan identitas palsunya. Pelaku bahkan tak segan menggunakan foto profil berseragam untuk memperkuat kepercayaannya.
Setelah berhasil memikat hati korban, pelaku Nikah Bodong mulai melancarkan aksinya dengan berbagai alasan meminta sejumlah uang. Total uang yang berhasil diraup pelaku dari korban mencapai Rp 17 juta. Alasan pelaku meminta uang antara lain untuk biaya dinas, membantu keluarga, hingga persiapan pernikahan yang dijanjikannya. Korban yang terbuai dengan rayuan dan impian pernikahan akhirnya mentransfer sejumlah uang secara bertahap kepada pelaku.
Namun, janji pernikahan tak kunjung terealisasi, dan korban mulai curiga dengan berbagai alasan yang terus dilontarkan pelaku. Setelah menyadari adanya kejanggalan dan merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib di Bandar Lampung.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung. Polisi segera melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban dan bukti-bukti transfer uang. Identitas pelaku berhasil diidentifikasi, dan pengejaran pun dilakukan. Berdasarkan informasi terakhir dari artikel tersebut, pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Penangkapan pelaku menjadi prioritas pihak kepolisian untuk memberikan keadilan bagi korban dan mencegah kasus serupa terulang kembali. Polisi mengimbau masyarakat, khususnya wanita, untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal secara daring, terlebih jika sudah meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan. Verifikasi identitas dan latar belakang seseorang sangat penting sebelum menjalin hubungan yang lebih serius.
Kasus “marinir gadungan” ini menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya kehati-hatian dalam urusan asmara dan finansial. Pihak kepolisian akan terus berupaya memberantas kasus penipuan bermodus cinta dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
