Tahun 2025 diwarnai dengan sebuah kematian tragis yang menyelimuti keluarga besar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung. Seorang anggota terbaik mereka gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan, meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan dan masyarakat yang dilayaninya.
Insiden nahas ini menimpa Bapak Rahmat Setiawan (35), seorang petugas BPBD Lampung yang dikenal berdedikasi tinggi. Pada hari Sabtu, 10 Mei 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, Bapak Rahmat beserta timnya tengah dalam misi evakuasi warga yang terjebak banjir bandang di daerah pesisir Lampung Selatan, tepatnya di sekitar Muara Gading. Saat mencoba menyeberangi arus sungai yang deras untuk menjangkau sebuah rumah yang terisolasi, perahu karet yang ditumpanginya terbalik akibat hantaman derasnya air dan material banjir.
Beberapa anggota tim berhasil menyelamatkan diri, namun Bapak Rahmat terseret arus dan dinyatakan hilang. Pencarian besar-besaran segera dilakukan oleh tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri. Selama dua hari penuh, tim berjibaku menyisir sungai dan pesisir. Akhirnya, pada hari Senin, 12 Mei 2025, sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah Bapak Rahmat ditemukan sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian, tersangkut di antara reruntuhan pohon. Penemuan ini mengakhiri pencarian dengan kematian tragis yang menyayat hati.
Kabar kematian tragis Bapak Rahmat menyebar dengan cepat, menimbulkan gelombang simpati dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan duka cita mendalam dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan almarhum. Penjabat Gubernur Lampung, Bapak Dr. Ir. Budi Santoso, M.Sc., dalam keterangan resminya pada Selasa, 13 Mei 2025, menyampaikan bahwa almarhum Rahmat Setiawan adalah pahlawan kemanusiaan yang gugur dalam tugas.
Pemakaman Bapak Rahmat dilaksanakan secara militer pada hari Rabu, 14 Mei 2025, di Taman Makam Pahlawan Karet, Lampung, dihadiri oleh ratusan kolega, kerabat, dan masyarakat. Suasana haru menyelimuti upacara perpisahan tersebut, menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para petugas penanggulangan bencana demi keselamatan sesama. Kepergian Bapak Rahmat adalah kehilangan besar bagi BPBD dan Lampung, sebuah kematian tragis yang akan selalu dikenang sebagai simbol pengabdian tanpa batas.
