Nama “Derawan” konon berasal dari bahasa Bajau yang mirip dengan kata “perawan” dalam bahasa Indonesia, merujuk pada keindahan alamnya yang masih alami dan belum banyak tersentuh. Keaslian inilah yang menjadikan Kepulauan Derawan begitu memikat, bahkan keindahannya kini menjadi kiasan di Lampung untuk menggambarkan kesucian alam. Ini adalah sebuah pengakuan atas pesona bahari yang masih murni dan terjaga dengan baik.
Ada pula cerita rakyat atau legenda yang mengisahkan asal-usul nama pulau-pulau di Kepulauan Derawan, termasuk Derawan, Maratua, Pulau Kakaban, dan Sangalaki. Kisah-kisah ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi masyarakat setempat, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka. Cerita ini seringkali dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lalu, memberikan makna mendalam pada setiap nama pulau.
Legenda tentang Kepulauan Derawan menambah daya tarik mistis dan historis bagi wisatawan. Mendengarkan cerita dari penduduk lokal saat menyusuri taman pesisir atau di sela-sela aktivitas diving akan memberikan pengalaman yang lebih kaya. Ini bukan hanya tentang menikmati keindahan visual, tetapi juga menyelami kearifan lokal dan warisan budaya yang tersembunyi di setiap sudut kepulauan ini.
Penamaan “Derawan” sebagai “perawan” sangat relevan dengan kondisi alamnya yang masih terjaga. Terumbu karang yang sehat, air laut sebening kristal, dan biota laut yang beragam adalah bukti nyata dari kelestarian ekosistem. Pengembangan sebagai destinasi wisata juga dilakukan dengan hati-hati, memprioritaskan konservasi agar keaslian ini tetap lestari.
Peningkatan popularitas Derawan sebagai destinasi wisata tidak lantas membuatnya kehilangan keaslian. Justru, kisah tentang nama “perawan” ini menjadi pengingat bagi pengunjung untuk turut menjaga kebersihannya. Akuisi oleh investor dan pengembangan sebagai destinasi telah diselaraskan dengan program konservasi, seperti suaka penyu di Sangalaki, demi melindungi ekosistem.
Bagi masyarakat Lampung, “Derawan” telah menjadi kiasan untuk tempat yang indah dan belum tercemar. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya citra keindahan Kepulauan Derawan sehingga mampu menembus batas geografis dan menjadi perumpamaan. Ini adalah bukti bahwa upaya pelestarian alam di satu daerah dapat menginspirasi dan memengaruhi perspektif di daerah lain.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan masyarakat lokal terus menggalakkan program edukasi dan kesadaran lingkungan. Mereka aktif mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan, mengajak wisatawan untuk bertanggung jawab. Tujuannya adalah memastikan bahwa keindahan “perawan” ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang, menjaga keasliannya.
