Memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman budidaya kini tidak lagi harus bergantung pada produk-produk pabrikan berharga mahal yang beredar di pasaran. Para pemilik hobi berkebun dan petani skala kecil dapat membuat racikan nutrisi tanaman sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar rumah. Proses pembuatan pupuk cair secara mandiri relatif sangat mudah dipraktikkan serta hanya membutuhkan modal yang sangat terjangkau bagi siapa saja. Selain menghemat pengeluaran belanja bulanan, nutrisi hayati bentuk cair ini terbukti sangat cepat diserap oleh daun dan akar tanaman sehingga tumbuh lebih subur.
Bahan-bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat cairan nutrisi hayati ini antara lain sisa buah-buahan, sayuran hijau, air cucian beras, dan molase. Molase atau gula merah berfungsi sebagai sumber energi utama bagi mikroorganisme penyerap nutrisi selama proses fermentasi berlangsung di dalam wadah tertutup. Campurkan seluruh bahan yang telah dipotong kecil-kecil ke dalam wadah ember kedap udara lalu tambahkan starter bakteri pengurai seperti EM4 secukupnya. Pastikan wadah tertutup rapat dan berikan selang kecil yang dihubungkan ke botol air untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi secara aman.
Simpan wadah fermentasi di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung selama kurang lebih dua hingga tiga minggu. Buka tutup wadah secara berkala setiap dua hari sekali untuk mengontrol tekanan gas di dalamnya agar tidak menumpuk berlebihan. Tanda bahwa proses fermentasi telah berhasil dengan baik adalah munculnya aroma harum khas tape fermentasi dan tidak berbau busuk yang menyengat. Saring cairan dari ampas padatnya, lalu simpan cairan nutrisi konsentrat tersebut di dalam botol bersih yang tertutup rapat untuk penggunaan berkala.
Sebelum diaplikasikan ke tanaman, cairan konsentrat ini harus dilarutkan terlebih dahulu dengan air bersih menggunakan perbandingan satu banding sepuluh atau dua puluh. Siramkan larutan nutrisi hayati ini ke area perakaran tanaman pada pagi atau sore hari saat suhu udara tidak terlalu panas. Anda juga dapat menyemprotkannya secara halus ke permukaan daun tanaman untuk mempercepat proses penyerapan nutrisi melalui stomata daun. Penggunaan secara rutin seminggu sekali akan terlihat jelas pada pertumbuhan daun yang lebih hijau segar serta pembentukan bunga yang lebih lebat.
Memanfaatkan sampah dapur menjadi nutrisi tanaman merupakan langkah kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan rumah tangga kita. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah organik yang terbuang ke penampungan akhir, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tinggi untuk pekarangan. Ajaklah tetangga atau anggota keluarga lain untuk mencoba praktik berkebun ramah lingkungan yang mengasyikkan ini di rumah masing-masing. Dengan menguasai teknik pembuatan pupuk cair sendiri, kita dapat menikmati hasil kebun yang sehat, bebas bahan kimia berbahaya, dan hemat biaya.
