Aksi iseng bermain petasan berujung kericuhan dan perkelahian antar pemuda di sebuah perkampungan di Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Insiden pemuda berkelahi yang terjadi pada Rabu malam, 23 April 2025, sekitar pukul 22.00 WIB ini sempat membuat warga sekitar resah dan terganggu. Dua orang pemuda berkelahi dengan sengit akibat kesalahpahaman yang dipicu oleh petasan.
Kejadian bermula ketika seorang pemuda berinisial DW (20) iseng menyalakan petasan di dekat sekelompok pemuda lain yang sedang berkumpul. Salah seorang dari kelompok tersebut, yang diketahui bernama AR (21), merasa terganggu dan menegur DW. Namun, teguran tersebut justru berujung pada adu mulut yang semakin memanas hingga akhirnya kedua pemuda berkelahi secara fisik.
Perkelahian antara kedua pemuda berkelahi ini berlangsung cukup sengit dan sempat dilerai oleh warga sekitar. Namun, emosi keduanya yang sudah tersulut kembali memicu perkelahian susulan. Warga yang khawatir dengan eskalasi konflik akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dari Polsek Tanjung Karang Timur.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan kedua pemuda berkelahi tersebut dan membawa mereka ke Mapolsek Tanjung Karang Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Beberapa saksi mata juga turut dimintai keterangan untuk mengetahui kronologi pasti dari perkelahian yang dipicu oleh petasan ini.
Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Joni Sugiarto, membenarkan adanya insiden perkelahian antar pemuda yang berawal dari bermain petasan. “Kami telah mengamankan dua orang pemuda yang terlibat perkelahian. Saat ini, keduanya sedang menjalani pemeriksaan untuk mengetahui motif dan bagaimana persisnya kejadian tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis, 24 April 2025, pagi.
Kompol Joni Sugiarto mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak bermain petasan sembarangan karena dapat mengganggu ketertiban umum dan memicu konflik. Pihaknya juga menekankan pentingnya menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan menghindari tindakan kekerasan. Kedua pemuda berkelahi ini akan diberikan pembinaan dan kemungkinan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak akan bahaya dari tindakan iseng yang tidak dipikirkan dampaknya.
